SIPGAR Logo SIPGAR ID
Kembali ke Workout & Fitness
Workout & Fitness

WHO Perbarui Pedoman Aktivitas Fisik Global 2026: Fokus pada Pola Hidup Aktif Sepanjang Hayat

T
Tim Sipgar Redaksi Kebugaran • 6 Min Read • 19 Jul 2026 20:01
WHO Perbarui Pedoman Aktivitas Fisik Global 2026: Fokus pada Pola Hidup Aktif Sepanjang Hayat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi merilis pembaruan pedoman aktivitas fisik global pada Februari 2026. Revisi ini merupakan salah satu pembaruan paling signifikan dalam dekade terakhir, merespons krisis ketidakaktifan fisik yang kini menjadi faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia.

Mengapa Pembaruan Ini Penting?

Data WHO menunjukkan bahwa lebih dari 1 dari 4 orang dewasa di dunia tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik minimum. Angka ini terus meningkat seiring dengan gaya hidup modern yang cenderung sedentari. Pembaruan 2026 hadir dengan pendekatan yang lebih holistik dan aplikatif dibanding pedoman sebelumnya.

"Ketidakaktifan fisik telah menjadi pandemi diam-diam yang mengancam kesehatan global," demikian pernyataan resmi WHO dalam rilis pedoman baru tersebut.

Poin Utama Pedoman Baru

1. Rekomendasi Durasi Aktivitas

  • Dewasa (18-64 tahun): Minimal 150 menit aktivitas intensitas sedang, atau 75 menit aktivitas intensitas berat per minggu
  • Target optimal: Tingkatkan menjadi 300 menit intensitas sedang per minggu untuk manfaat kesehatan tambahan
  • Anak dan remaja: Rata-rata 60 menit per hari aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat

2. Fokus pada Sedentary Behavior

Salah satu tambahan terpenting dalam pedoman 2026 adalah penekanan pada bahaya duduk terlalu lama. Pedoman baru secara eksplisit merekomendasikan untuk:

  • Mengurangi waktu duduk berkepanjangan
  • Menyelingi duduk dengan berdiri atau bergerak ringan setiap 30 menit
  • Membatasi waktu layar rekreasi pada anak dan remaja

3. Pola Aktivitas Sepanjang Hayat

WHO kini mendorong pendekatan lifelong activity patterns — bukan sekadar memenuhi hitungan menit per minggu, tetapi membangun kebiasaan aktivitas fisik yang berkelanjutan sejak anak-anak hingga lanjut usia. Ini termasuk:

  • Integrasi aktivitas fisik dalam rutinitas harian
  • Penguatan pendidikan jasmani di sekolah
  • Program kebugaran khusus untuk lansia

4. Panduan Khusus untuk Kelompok Rentan

Pedoman baru juga memberikan rekomendasi spesifik untuk:

  • Ibu hamil dan pasca melahirkan
  • Penyandang disabilitas
  • Penderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi
  • Lansia dengan risiko jatuh tinggi

Dampak bagi Masyarakat Indonesia

Di Indonesia, riset Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 60% penduduk dewasa termasuk dalam kategori kurang aktif secara fisik. Pembaruan pedoman WHO ini diharapkan mendorong pemerintah dan institusi kesehatan untuk:

  • Memperkuat program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)
  • Mendorong perusahaan menyediakan fasilitas olahraga bagi karyawan
  • Memperbanyak ruang terbuka hijau dan jalur pejalan kaki di perkotaan
  • Mengintegrasikan tes kebugaran seperti SIPGAR dalam program kesehatan nasional

Kesimpulannya, pembaruan pedoman WHO 2026 adalah pengingat penting bahwa aktivitas fisik bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kebutuhan kesehatan dasar. Mulailah dari langkah kecil hari ini — jalan kaki, naik tangga, atau sekadar peregangan di sela kerja.

Bagikan
Dilihat sebanyak: 35 kali SIPGAR.com Kesehatan Jasmani
Konsultasi Kebugaran